“Yanda! Kog islam itu banyak aturannya sih, apa2 diatur?” Tanya seorang murid kepadaku.
Heemmm butuh waktu untuk menjawab ini… tik tak tik tak…
Alhamdulillah hari ini adalah hari kedua masuk sekolah. Seperti biasanya pagi2 dah mandi gosok gigi dan motor butut dah siap. Reng…reng… bismillah tak lupa doa agar selamat selama perjalanan. Entah sudah berapa kali lewat jalan yang sama, mungkin sampe jalannya kenal sama aku…

Tiga puluh menit sudah kulewati jalan ini akhirnya sampailah di sekolahku tercinta… lebay… terlihat dua orang guru berdiri menyapa anak2 dengan senyum yang lebar dan mata berbinar menampakkan doa dan harapan yang besar kepada mereka, semoha kelak menjadi anak yang berguna. Anak2 yang lewat menjabat tangan kedua guru itu sambil mengucapkan kata terindah ketika bertemu seseorang yaitu kalimat salam. Tak lupa akupun menyapa mereka berdua dengan kalimat salam. “Assalamualaikum” sapaku kepada meraka berdua. “Wa’alaikumussalam”. Jawab mereka berdua.
Selangkah demi selangkah kakiku kugerakkan menuju kelasku. Baru dua hari berada di kelas 3 sepertinya kenangan mengajar di kelas 4 masih ada. Ketika sampai di halaman terdengar suara musik2 anak dan musik2 islami turut menyapa kedatangan para generasi masa depan. Di dinding2 halaman tampak tanaman2 hijau yang menyejukkan pandangan. Sudah ada beberapa anak yang berlari2, mengejar satu dengan yang laen, lempar melempar bola dan sebagian anak2 perempuan saling bertukar obrolan.
Anak tangga satu demi satu kunaiki. Akhirnya sampailah aku di lantai dua dimana kelasku berada. Kulihat dari kejauhan bebera anak berlari mendekatiku dan menjulurkan tangannya dan menyapa “Assalamualaikum Yanda”. Sebagian yang laen memberikan pelukan hangat khas anak2. “Ya Allah Indahnya hari ini”. Ujarku dalam hati.

Setelah lama di dalam kelas waktu ternyata sudah menjukkan pukul 7 tepat, anak2 berkumpul di koridor bersiap untuk melaksanakan pembiasaan pagi. Pembiasaan pagi hari ini dimulai dengan ikrar, doa dan mengulang hapalan2 surat yang pernah di hapal di kelas sebelumnya. Setelah selesai seluruh siswa diminta berkumpul di aula untuk belajar materi adab. Sesuai tema yang diangkat pada acara awwalusannah kali ini yaitu Beradab, Berprestasi dan Manggapai Ridho Ilahi, maka materi yang disampaikan adalah tentang adab. Kebetulan kali ini yang menyampaikan materi adalah aku sendiri.
Materi yang akan disampaikan kali ini adalah adab di toilet atau kamar mandi. Dalam materi ini akan membahas tentang 3 bagian: 1) Adab masuk dan keluar kamar mandi, 2) Adab ketika buang air, 3) larangan2 dan anjuran di kamar mandi. Agar suasana lebih menarik dan menyenangkan maka pada pertengahan materi diberikan pertanyaan2 dan siswa yang bisa menjawab akan mendapat doorprise… wauww…

Anak2 sangat antusias dalam mengikuti materi kali ini. Aku mencoba memancing pengetahuan anak2 dengan menanyakan hal2 yang biasa mereka lakukan di kamar mandi. Banyak siswa yang mengangkat tangan dan menjawab beraneka ragam jawaban. Kebanyakan dari mereka ketika masuk kamar mandi hanya masuk, melakukan keperluaanya kemudian keluar seperti itu saja. Beberapa siswa sudah tahu adabnya tapi tidak melakukannya. Heemmm… Pada akhir sesi, aku menampilkan sebuah video tentang adab di kamar mandi dengan harapan anak semakin paham tentang materi ini.
Alhamdulillah sesi ini berjalan dengan lancar. Sebelum menutup sesi ini aku memberikan kesempatan kepada anak2 untuk mengulang kembali dan menanyakan sesuatu yang belum dipahami. Alhamdulillah sebagian besar dari mereka telah memahaminya. Ada satu hal yang menarik. Seorang siswa mengangkat tangan pertanda ingin bertanya.
“Yanda! Kog islam itu banyak aturannya sih? Apa2 di atur!” Tanya salah seorang murid.
Pertanyaan ini cukup membuatku kaget, karena tidak biasanya anak2 bertanya begitu dan aku tidak mengira ada pertanyaan seperti itu. Aku harus berpikir mencari jawaban yang masuk akal dan mampu diterima oleh anak2. Ahaa… “Begini nak!” Ujarku kepada semuanya. “Islam itu bukan membuat kita semakin repot dengan segala aturan itu, kita tidak melakukannya juga tidak berdosa, tapi kalo kita melakukannya Allah pasti akan memberikan pahala2 kepada kita. Jadi Allah itu Maha Baik, kita diberi kemudahan untuk mendapat pahala hanya dengan kegiatan yang sederhana.” Jawabku.
“Siapa disini yang mau mendapat pahala?” Semua siswa mengangkat tangan pertanda mau. Alhamdulillah semoga jawaban ini bisa membuat anak2 puas dan semakin semangat dalam mempraktekkannya. Aamiin…
Sekian dulu secuil cerita kali ini, tunggu episode selanjutnya… he..he..
Mungkin yang cukup berbeda dengan tahun lalu, dulu saya mengajar siswa kelas 4 sekarang turun ke kelas 3. Anak2nya naik, gurunya turun kelas. Ha..ha.. rasanya sepertinya baru kemarin mengajar kelas 4 kog sekarang sudah ada di kelas 3.Sholat subuh, mandi pagi, sarapan, dan langsung tancap gas. Sesuai instruksi Kepala Sekolah hari ini semua harus sudah sampai di sekolah pukul 06.30. Hari ini lalu lintas cukup padat karena semua siswa masuk pada hari ini. Tapi alhamdulillah bisa sampai di sekolah tepat.Sesampainya di sekolah aku langsung menuju kelas dan menunggu dan menyapa siswa yang mau masuk kelas. Riuh redam merdu suara anak-anak semakin membuat meriah suasana. “Aku kelas mana!! Aku kelas mana!!” Beberapa siswa belum tahu dia berada di kelas mana, semakin menambah suasana menarik di sekolah ini. Beberapa hal yang menarik di sekolah kami adalah ketika naik kelas ke jenjang selanjutnya siswa di acak kembali, sehingga siswa berkesempatan untuk lebih mengenal siswa yang lainnya.
Mengawali kegiatan masuk pertama hari ini, siswa diminta untuk berkumpul di halaman. Sekolah kami mengambil tema “Beradab, Berprestasi, dan Mencari Keberkahan Ilahi”. Dari awal siswa-siswa ditanamkan bagaimana adab yang baik menurut Islam, dan bagaimana siswa mempunyai semangat untuk berprestasi. Acara dibuka dengan pelapasan balon di sertai MMT yang menjadi cita-cita sekolah kami. Semoga Allah merahmatinya. AamiinSelesai upacara pembukaan, siswa2 diminta masuk ke kelas masing-masing. Ada kejadian menarik ketika saya mengawali perkenalan di dalam kelas. Tiba2 ada siswa yang mengetuk pintu. Aku keluar untuk menyapanya.”Kamu kelas apa?” Tanyaku. Dia tetap diam.”Bundamu dimana?” Tanyaku lagi. Dia tetap diam juga.Kemudian kuamati di dadanya ada nama siswa dan kelasnya. “Loh… ini kan kelas satu kenapa mau masuk di kelas ini?” Tanyaku dalam hati.”Kamu mencari kakakmu ya?” Tanyaku”Aku tidak punya kakak” jawabnya.Semakin heran lagi aku. Tanpa berpikir lama lagi akhirnya aku antar anak tersebut menuju kelasnya. Kebetulan kelasnya ada di lantai 1 sedangkan kelasku di lantai 2. Ketika berjalan menuju kelas tiba2 ada ibu2 orang tua murid yang kaget dan sedikit meneteskan air mata.
“Kamu kemana saja nak?” Tanya ibunya. “Ibu sudah mencari kamu kemana-mana”. Melihat hal itu aku heran. Ternyata anak tersebut bingung mencari kelasnya ada dimana. Bundanya atau gurunya juga sudah mencari kemana2 tidak ketemu. Eh ternyata mau masuk kelasku. MasyaAllah ini pengalaman berharga bagiku pada hari pertama ini….

















“Umumnya, terdapat 2 jenis kopi yang ada di Indonesia yaitu Kopi Robusta dan Arabica. Perbedaan dari kedua kopi ini adalah tempat tumbuhnya. Kopi Robusta bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian 400 – 700 mdpl, sedangkan kopi arabica umumnya tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 mdpl. Selain itu dari segi buah, kopi Arabica memiliki buah lebih besar dan cenderung berbentuk lonjong, sedangkan buah kopi Robusta berbentuk lebih bulat”. ucap Pak Agus menyampaikan penjelasan.







Berdasarkan gambar 2 maka bisa dijabarkan dalam bentuk penjumlahan pecahan yaitu:
Keterangan:



