Ternyata Allah itu Maha Baik ya… “Belajar Adab di Kamar Mandi”

“Yanda! Kog islam itu banyak aturannya sih, apa2 diatur?” Tanya seorang murid kepadaku.

Heemmm butuh waktu untuk menjawab ini… tik tak tik tak…

Alhamdulillah hari ini adalah hari kedua masuk sekolah. Seperti biasanya pagi2 dah mandi gosok gigi dan motor butut dah siap. Reng…reng… bismillah tak lupa doa agar selamat selama perjalanan. Entah sudah berapa kali lewat jalan yang sama, mungkin sampe jalannya kenal sama aku…

Tiga puluh menit sudah kulewati jalan ini akhirnya sampailah di sekolahku tercinta… lebay… terlihat dua orang guru berdiri menyapa anak2 dengan senyum yang lebar dan mata berbinar menampakkan doa dan harapan yang besar kepada mereka, semoha kelak menjadi anak yang berguna. Anak2 yang lewat menjabat tangan kedua guru itu sambil mengucapkan kata terindah ketika bertemu seseorang yaitu kalimat salam. Tak lupa akupun menyapa mereka berdua dengan kalimat salam. “Assalamualaikum” sapaku kepada meraka berdua. “Wa’alaikumussalam”. Jawab mereka berdua.

Selangkah demi selangkah kakiku kugerakkan menuju kelasku. Baru dua hari berada di kelas 3 sepertinya kenangan mengajar di kelas 4 masih ada. Ketika sampai di halaman terdengar suara musik2 anak dan musik2 islami turut menyapa kedatangan para generasi masa depan. Di dinding2 halaman tampak tanaman2 hijau yang menyejukkan pandangan. Sudah ada beberapa anak yang berlari2, mengejar satu dengan yang laen, lempar melempar bola dan sebagian anak2 perempuan saling bertukar obrolan.

Anak tangga satu demi satu kunaiki. Akhirnya sampailah aku di lantai dua dimana kelasku berada. Kulihat dari kejauhan bebera anak berlari mendekatiku dan menjulurkan tangannya dan menyapa “Assalamualaikum Yanda”. Sebagian yang laen memberikan pelukan hangat khas anak2. “Ya Allah Indahnya hari ini”. Ujarku dalam hati.

Setelah lama di dalam kelas waktu ternyata sudah menjukkan pukul 7 tepat, anak2 berkumpul di koridor bersiap untuk melaksanakan pembiasaan pagi. Pembiasaan pagi hari ini dimulai dengan ikrar, doa dan mengulang hapalan2 surat yang pernah di hapal di kelas sebelumnya. Setelah selesai seluruh siswa diminta berkumpul di aula untuk belajar materi adab. Sesuai tema yang diangkat pada acara awwalusannah kali ini yaitu Beradab, Berprestasi dan Manggapai Ridho Ilahi, maka materi yang disampaikan adalah tentang adab. Kebetulan kali ini yang menyampaikan materi adalah aku sendiri.

Materi yang akan disampaikan kali ini adalah adab di toilet atau kamar mandi. Dalam materi ini akan membahas tentang 3 bagian: 1) Adab masuk dan keluar kamar mandi, 2) Adab ketika buang air, 3) larangan2 dan anjuran di kamar mandi. Agar suasana lebih menarik dan menyenangkan maka pada pertengahan materi diberikan pertanyaan2 dan siswa yang bisa menjawab akan mendapat doorprise… wauww…

Anak2 sangat antusias dalam mengikuti materi kali ini. Aku mencoba memancing pengetahuan anak2 dengan menanyakan hal2 yang biasa mereka lakukan di kamar mandi. Banyak siswa yang mengangkat tangan dan menjawab beraneka ragam jawaban. Kebanyakan dari mereka ketika masuk kamar mandi hanya masuk, melakukan keperluaanya kemudian keluar seperti itu saja. Beberapa siswa sudah tahu adabnya tapi tidak melakukannya. Heemmm… Pada akhir sesi, aku menampilkan sebuah video tentang adab di kamar mandi dengan harapan anak semakin paham tentang materi ini.

Alhamdulillah sesi ini berjalan dengan lancar. Sebelum menutup sesi ini aku memberikan kesempatan kepada anak2 untuk mengulang kembali dan menanyakan sesuatu yang belum dipahami. Alhamdulillah sebagian besar dari mereka telah memahaminya. Ada satu hal yang menarik. Seorang siswa mengangkat tangan pertanda ingin bertanya.

“Yanda! Kog islam itu banyak aturannya sih? Apa2 di atur!” Tanya salah seorang murid.

Pertanyaan ini cukup membuatku kaget, karena tidak biasanya anak2 bertanya begitu dan aku tidak mengira ada pertanyaan seperti itu. Aku harus berpikir mencari jawaban yang masuk akal dan mampu diterima oleh anak2. Ahaa… “Begini nak!” Ujarku kepada semuanya. “Islam itu bukan membuat kita semakin repot dengan segala aturan itu, kita tidak melakukannya juga tidak berdosa, tapi kalo kita melakukannya Allah pasti akan memberikan pahala2 kepada kita. Jadi Allah itu Maha Baik, kita diberi kemudahan untuk mendapat pahala hanya dengan kegiatan yang sederhana.” Jawabku.

“Siapa disini yang mau mendapat pahala?” Semua siswa mengangkat tangan pertanda mau. Alhamdulillah semoga jawaban ini bisa membuat anak2 puas dan semakin semangat dalam mempraktekkannya. Aamiin…

Sekian dulu secuil cerita kali ini, tunggu episode selanjutnya… he..he..

Siswa Baru, Teman Baru Semangat Baru “Alhamdulillah Ternyata tidak hilang anakku”

Assalamualaikum.Alhamdulillah hari ini adalah hari pertama masuk sekolah. Sepertinya sudah lumayan siap, karena sudah dicash semangatnya selama liburan kemarin. Persiapan kelas dalam menyambut siswa baru juga sudah mantap tinggal tancap gas… reng..reng…Mungkin yang cukup berbeda dengan tahun lalu, dulu saya mengajar siswa kelas 4 sekarang turun ke kelas 3. Anak2nya naik, gurunya turun kelas. Ha..ha.. rasanya sepertinya baru kemarin mengajar kelas 4 kog sekarang sudah ada di kelas 3.Sholat subuh, mandi pagi, sarapan, dan langsung tancap gas. Sesuai instruksi Kepala Sekolah hari ini semua harus sudah sampai di sekolah pukul 06.30. Hari ini lalu lintas cukup padat karena semua siswa masuk pada hari ini. Tapi alhamdulillah bisa sampai di sekolah tepat.Sesampainya di sekolah aku langsung menuju kelas dan menunggu dan menyapa siswa yang mau masuk kelas. Riuh redam merdu suara anak-anak semakin membuat meriah suasana. “Aku kelas mana!! Aku kelas mana!!” Beberapa siswa belum tahu dia berada di kelas mana, semakin menambah suasana menarik di sekolah ini. Beberapa hal yang menarik di sekolah kami adalah ketika naik kelas ke jenjang selanjutnya siswa di acak kembali, sehingga siswa berkesempatan untuk lebih mengenal siswa yang lainnya.Mengawali kegiatan masuk pertama hari ini, siswa diminta untuk berkumpul di halaman. Sekolah kami mengambil tema “Beradab, Berprestasi, dan Mencari Keberkahan Ilahi”. Dari awal siswa-siswa ditanamkan bagaimana adab yang baik menurut Islam, dan bagaimana siswa mempunyai semangat untuk berprestasi. Acara dibuka dengan pelapasan balon di sertai MMT yang menjadi cita-cita sekolah kami. Semoga Allah merahmatinya. AamiinSelesai upacara pembukaan, siswa2 diminta masuk ke kelas masing-masing. Ada kejadian menarik ketika saya mengawali perkenalan di dalam kelas. Tiba2 ada siswa yang mengetuk pintu. Aku keluar untuk menyapanya.”Kamu kelas apa?” Tanyaku. Dia tetap diam.”Bundamu dimana?” Tanyaku lagi. Dia tetap diam juga.Kemudian kuamati di dadanya ada nama siswa dan kelasnya. “Loh… ini kan kelas satu kenapa mau masuk di kelas ini?” Tanyaku dalam hati.”Kamu mencari kakakmu ya?” Tanyaku”Aku tidak punya kakak” jawabnya.Semakin heran lagi aku. Tanpa berpikir lama lagi akhirnya aku antar anak tersebut menuju kelasnya. Kebetulan kelasnya ada di lantai 1 sedangkan kelasku di lantai 2. Ketika berjalan menuju kelas tiba2 ada ibu2 orang tua murid yang kaget dan sedikit meneteskan air mata.“Kamu kemana saja nak?” Tanya ibunya. “Ibu sudah mencari kamu kemana-mana”. Melihat hal itu aku heran. Ternyata anak tersebut bingung mencari kelasnya ada dimana. Bundanya atau gurunya juga sudah mencari kemana2 tidak ketemu. Eh ternyata mau masuk kelasku. MasyaAllah ini pengalaman berharga bagiku pada hari pertama ini….

Gak ke Pantai berarti gak Piknik! “Edisi Pantai Sembukan dan Pantai Nampu”

Alhamdulillah meskipun masa liburan hampir selasai akhirnya kami berhasi mbolang sampai ke Pantai. Teringat kata “my lovely” kalo gak ke pantai berarti ya belum piknik” :-). Padahal sudah jalan2 ke kebun teh, ke sarangan, ke bumi perkemahan bahkan ke hutan. Ha… ha… tapi tetep saja katanya belum piknik. (Sambil tepuk jidat) Heemm… Memang kita punya selera yang berbeda. Tapi pada akhirnya kesampaian juga ke pantainya. Alhamdulillah

Ceritanya suatu ketika kami bermusayawarah (kaya anggota dewan xixixi) pantai mana yang akan di kunjungi. Kalo ke pantai daerah jogja sepertinya sudah sering dikunjungi. Akhirnya diputuskan ke pantai yang jarang dikunjungi yaitu Pantai Nampu di pesisir selatan Kabupaten Wonogiri (Kota Gaplek). Kebetulan di daerah tersebut ada teman yang sudah lama gak ketemu, Kang Pri namanya, seorang dosen yang gagah dan keren.

Beberapa hari sebelumnya aku menghubungi Kang Pri, ternyata kebenaran sekali minggu ini adalah minggu tenang karena mahasiswanya mau melaksanakan ujian. Jadi kami putuskan hari Sabtu tanggal 6 Juli tahun 2019 kita berangkat. Siplah… dan tak lupa sehari sebelum keberangkatan (take off)… kami berbelanja bekal dulu, takut di jalan kelaparan xixii…

Akhirnya hari yang ditunggu2 tiba. Jam setengah sembilan pagi kami berangkat bertiga dari rumah… kami mengajak Si Uplik (anak laki2 kami) turut bersama kami. Karena Si Uplik baru berusian dua tahun jadi harus lebih teliti dan hati2. Cek akhir! amunisi semuanya sudah dimasukkan, bensol juga sudah diisi, helm sudah aman dan nyaman, berarti pesawat siap terbang di darat alias di atas jalan raya. Reng.. reng …

Selama perjalanan, kami menggunakan sahabat setia yaitu GPS milik mbah google. Rumah kami berada di Masaran, sesuai petunjuk GPS kita bisa melewati 2 jalur. Jalur pertama melewati Waduk Gajah Mungkur atau jalur ke dua melewati Weru daerah Sukoharjo.

Setelah perjalanan sekitar 1 jam kami telah sampai di Kota Sukoharjo, untuk memastikan jalannya sudah benar ku buka GPSnya. Ternyata naluri ndeso ku keluar.. aku bingung membaca GPS nya. Rencana mau lewat jalur 2 yang lebih cepat ternyata kebablasen. Hadewwh… ya akhirnya lewat wadhuk deh… sedikit lebih lama sih… Mungkin Allah yang menunjukkan jalan ini (berusaha menghibur diri).

Alhamdulillah… jalan demi jalan, kami lalui. Alhirnya sampailah kita di rumah Kang Pri. MasyaAllah di rumah beliau kami disambut dengan hangat, minuman, camilan bahkan makan siang disiapkan. Tahu saja Kang Pri ini kalo kami lapar. Xixixi… Waktu menunjukkan pukul 11.45 berarti sebentar lagi waktunya sholat dhuhur. Perjalanan kami lanjutkan setelah sholat Zuhur dan makan siang.

Cuaca siang itu memang sangat panas, rencana kami ke Pantai naik motor. Tapi kembali lagi rejeki bapak sholeh, ketika mau berangkat kami di tawari naik mobil Kang Pri supaya dedek tidak kepanasan, alhamdulillah… Kami berempat pun langsung cusss meluncur ke Pantai Nampu naik Mobil Kang Pri.

Ketika perjalanan aku dan Kang Pri banyak bercerita tentang masa lalu kami, kebetulan Kang Pri ini teman satu kontrakan dulu ketika kuliah, jadi kami sangat saling mengenal. Tertawa bersama, saling menasehati begitu indah waktu di mobil itu.

Tak terasa… karena terlalu asyik ngobrol, ternyata kami sampai di sebuah pantai, saya kira itu Pantai Nampu, ternyata Kang Pri mengajak kami ke pantai lain yaitu Pantai Sembukan. Di pantai ini masih sangat sepi pengunjung tiket dan parkir yang harus kami bayar hanya 20.000 rupiah. Heeemmm masih murah ya! Area pantai ini tidak begitu luas banyak batu karang yang menghiasi pinggiran pantai. Kami tidak terlalu lama berada di pantai Sembukan ini, cukup mengambil foto2 kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pantai Nampu.

Pantai Nampu berada tidak terlalu jauh dari Pantai Sembukan kata Kang Pri… dari Pantai Sembukan membutuhkan waktu sekitar 15 menitan. Jalan menuju Pantai Nampu cukup menyenangkan, berkelak kelok naik turun layaknya role coster, jalannya hanya bisa dilewati simpangan 2 mobil saja… kalo ada bis besar atau truk besar lewat bisa2 harus macet lama dulu.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan layaknya role coster sampailah kami di Pantai yang ingin dituju yaitu Pantai Nampu. Setelah mobil diparkir dan kami berempat keluar nampak hamparan lautan yang luas dengan pantai pasir yang luas juga. Tak lupa kami mengabadikan momen2 di pantai tersebut.

Pengunjung yang datang masih sedikit, untuk menuju pantainya harus menuruni beberapa tangga. Di bagian barat pantai terdapat tebing karang yang bisa memberi keteduhan ketika sore hari. Melihat keindahan pantainya dengan pasir pantai dam karang di pinggir pantai menjadikan kami ingin segera masuk ke air dan berenang di dalamnya. Selain keindahan alam tersebut, di pantai tersebut terdapat spesies babi laut, kerang dan ikan2 kecil. Hal ini semakin menambah nikmatnya suasana pantai tersebut.

Tak terasa sudah lama kami berada di Pantai Nampu. Saatnya kami bersiap2 untuk pulang karena perjalanan masih jauh. Keindahan ciptaaan Allah ini tidak akan pernah terlupakan bagi kami. Menggerakkan hati kami untuk selalu bersyukur bahwa ciptaan Yang Maha Pencipta sangat luar biasa tidak tertandingi apapun. Makasih Bang Pri yang sudah menemani kami. Sekian Wassalam.

Gara-gara Permen?

Assalamualaikum sobat tintus’edu… sehat selalu ya…

apa yang terjadi??? saya cukup kaget pada hari itu, terdapat 5 orang anak yang angkat tangan.  Berarti saya harus memberikan banyak permen hari itu juga, 15 ditambah 1 ditambah 1… 

Kali ini aku akan bercerita tentang pengalamanku bersama sahabat-sahabat kecilku.  

Cerita ini berawal saat kegiatan pembelajaran di kelas semester 2.  Seperti biasanya setiap pagi kegiatan sekolah diawali dengan berdo’a, ikrar, dan membaca surat-surat dalam Al-Quran.   Namun, ada yang berbeda kali ini dari kegiatan pembiasaan pagi tersebut.  Setelah anak-anak selesai membaca surat-surat pendek maka dilanjutkan dengan kegiatan “perform in english”.  

Dalam kegiatan perform in english ini anak-anak diberikan kesempatan maksimal 5 menit untuk bercerita, presentasi atau memberikan pertanyaan-pertanyaan menggunakan bahasa inggris.  Kesan pertama ketika kegiatan ini dilaksanakan sangat sedikit dari mereka yang antusias.  Sampai suatu ketika ada seorang siswa yang mengacungkan jari ingin maju yang pertama.  Siswa ini dengan percaya diri meyampaikan cerita tentang liburan semesternya. Dia maju tanpa menggunakan teks dan bercerita dengan sangat luwes.  Setelah selesai perform saya memberikan dia sebuah permen sebagai apresiasi terhadap penampilannya yang sangat mengesankan. 

 

Setelah saya memberikan permen kepada siswa yang tampil tadi, saya coba menawarkan siapa yang ingin maju.  Ternyata luar biasa, dari awalnya anak-anak hanya satu yang mau maju ternyata sekarang ada sekitar 5 anak yang ingin segera tampil.  Mulai saat itu bagi siswa yang tampil saya memberikan sebuah permen namun ada syaratnya, yang mendapat permen adalah siswa yang tampil tanpa menggunakan teks. he..he…

Kegiatan pagi pun berlanjut, saya mulai berpikir apakah mereka termotivasi karena dikasih permen saja atau ada hal yang lain yang menjadikan mereka termotivasi.  Otakku pun mulai berputar mencoba ingin mengetahuinya.  aha… aku dapat ide akhirnya pada pagi hari setelah selesai pembiasaan pagi dan perform inn english anak-anak saya tanya, Siapakah yang datang pagi hari dan sudah melaksanakan sholat Dhuha?  pada saat saya tanya tidak ada seorang pun yang mengangkat tangan.  Berarti anak-anak ada yang datang paling pagi tetapi belum sholat dhuha atau sebaliknya ada yang sudah sholat dhuha tetapi datangnya tidak yang paling pagi.  Kemudian pada saat itu juga saya tawarkan bagi yang malakukannya akan saya beri permen. Hari setelahnya aku kembali bertanya hal yang sama.  Apa yang terjadi??? ternyata keesokan harinya anak yang biasa datang pagi dia melakukan sholat dhuha sehingga dia mendapat sebuah permen… heemmm

Percobaan selanjutnya, pada pagi hari setelah pembiasaan pagi anak-anak saya tanya, “siapa yang tadi malam melaksanakan shalat tahajud?”.  Pertanyaan ini tingkatannya lebih baik lagi, karena untuk melakukan sholat tahajud harus bangun minimal tengah malam atau sebelum subuh dulu.  Sehingga yang saya tawarkan bukan hanya 1 permen tetapi 3 permen langsung.  Pada saat saya tanya tidak ada seorangpun yang angkat tangan.  Berarti tidak ada seorangpun yang melaksanakan shalat tahajud.  Hari selanjutnya saya menanyakan hal yang sama.  Apa yang terjadi??? saya cukup kaget pada hari itu, terdapat 5 orang anak yang angkat tangan.  Berarti saya harus memberikan banyak permen hari itu juga, 15 ditambah 1 ditambah 1… 20181130_075146

Kegiatan seperti ini berlanjut hingga beberapa bulan, setiap hari ada anak yang melaksanakan shalat tahajud dan saya harus memberikan permen kepada mereka.  Padalah misalkan kita pikir bersama, dengan melaksanakan shalat tahajud rutin akan mendapatkann ganjaran yang luar biasa yaitu surga.  Tapi bagi anak-anak kemungkinan mereka berpikir bahwa surga itu tidak bisa kita lihat, sedangkan permen adalah suatu yang mereka sukai dan bisa mereka lihat dan bisa dimakan saat itu juga.  Jadi dengan hal yang nyata itu bagi anak-anak akan lebih termotivasi untuk melakukan hal-hal yang baik…. 

Setelah kegiatan berjalan cukup lama hampir satu bulan ada hal yang membuatku terheran-heran… ada seorang siswi yang biasa melaksanakan sholat tahajud dan sering mendapat permen.   Dia mengatakan bahwa dia sebenarnya tidak terlalu suka dengan permen… “lhoh… lha selama ini permen yang aku kasih kamu apakan? ” Ternyata permen-permen itu dikasihkan kepada adiknya… 

Ini jadi pertanyaan dalam hatiku, lalu apa yang membuat anak ini termotivasi ya??? bisa bantu jawab ndak….

Itu tadi ceritaku bersama dengan sahabat-sahabat kecilku, semoga bermanfaat!!

Wassalamualaikum wr.wb. 

 

Fieldtrip edisi ke dua “Observasi proses pengolahan karet”

Assalamualaikum… Hai sobat tintus edu yang hebat… gimana kabarnya? sehat bukan? Kali ini aku akan berbagi pengalaman bersama dengan sobat-sobat kecilku tentang proses pembuatan latex dari getah karet. Yuk kita simak!!!

Setelah sebelumnya kita belajar tentang proses pengolahan kopi robusta ke dalam bentuk kemasan, selanjutnya kami akan melakukan observasi pengolahan getah karet.  Perjalanan kami dimulai dengan menuju ke kebun karet yang terletak di area  Tlogo Resort, Salatiga.  Luas kebun karet di area tempat ini sekitar 500 m2.  Sehingga hanya terdapat beberapa pohon karet. Namun sebenarnya ada kebun yang sangat besar yang letaknya cukup jauh dari pabrik ini.  Tanaman karet di tempat ini hanya dijadikan sebagai observasi pembelajaran pengolahan karet.

20181018_100209

Perlu sobat tintus’edu ketahui bahwa karet merupakan komoditas perdagangan yang sangat besar di Indonesia.  Pada pohon karet terdapat getah yang akan menetes jika terkena goresan atau sayatan.  Proses pengambilan getah karet ini biasa disebut dengan menyadap.  Proses menyadap getah karet membutuhkan ketrampilan dan cara yang tepat agar getah yang dihasilkan bisa maksimal dan tidak merusak pohon karet.  Seperti yang disampaikan oleh Pak Agus bahwa pohon karet disayat dari kanan atas kemudian miring turun ke kiri.  Kedalaman kulit yang disayat jangan terlalu dalam sehingga mengenai kambium.  Kemudian waktu menyadap juga ditentukan dan paling bagus pada pagi hari setelah subuh.  Bagian bawah, ujung sayatan diberi tempat untuk menampung getah karet. ternyata cukup rumit ya! proses awal penyadapan getah karet… jadi penasaran proses selanjutnya…

Untuk mengetahui proses pengolahan getah karet selanjutnya aku dan kawan-kawan kecilku diajak menuju pabrik pengolahan latex.  Pabrik yang terdapat di sini termasuk pabrik yang sudah sangat lama ada sejak jaman Belanda.

Selanjutnya Pak Agus mulai menjelaskan prosesnya, setelah getah karet terkumpul, getah tersebut disaring untuk dipisahkan dari kotoran-kotoran.  Kemudian getah tersebut dimasukkan ke dalam bak koagulasi untuk dilakukan pengenceran.  Tujuan pengenceran adalah untuk memudahkan penyaringan kotoran serta menyeragamkan kadar karet kering sehingga cara pengolahan dan mutunya dapat dijaga tetap. Pengenceran dilakukan dengan menambahkan air bersih dan tidak mengandung unsur logam.  Setelah selesai proses pengenceran selanjutnya yaitu proses pembekuan.  Dalam proses pembekuan ini diperlukan zat koagulan yang bersifat asam.  Zat koagulan yang digunakan biasanya asam asetat atau asam cuka.  Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit sehingga karet menjadi beku. Hasil pembekuan ini berbentuk lembaran tipis.

20181018_100921

Proses selanjutnya adalah penggilingan.  Karet yang telah membeku kemudian digiling untuk dikeluarkan kandungan airnya, setelah digiling karet tersebut dicuci kembali kemudian dijemur selama 1 sampai 2 jam.

Proses selanjutnya yaitu pengasapan.  Lembaran karet yang telah selesai dijemur selajutnya dilakukan pengasapan agar lembaran tersebut benar-benar kering sehingga tidak ada jamur yang menempel.  Warna lembaran karet yang telah di asap adalah coklat.  Lembaran yang telah selesai di asap di timbang dan disortir kemudian dilakukan pengepakan.

Nah itulah sobat tintus’edu pengalamanku hari ini bersama kawan-kawan kecilku.  Rasanya kalo hanya membaca tulisan ini pasti masih sangat kurang.  Oleh sebab itu kali sobat tintus’edu penasaran bisa langsung ke lokasi pengolahannya yaitu di Tlogo Resort, Tuntang Salatiga.

Pembelajaran Perkalian Pecahan

Assalamualaikum. 

Hallo Sobat tintus’edu, bagaimana kabarnya? semoga kalian dalam keadaan sehat selalu dan siap menyimak materi ini :-).   Pada kesempatan kali ini aku akan membahas tentang Pembelajaran Perkalian Pecahan…. yuk kita simak pembahasannya!!

Pada pertemuan sebelumnya sudah dibahas tentang penjumlahan pecahan dan pegurangan pecahan, sekarang akan dibahas tentang perkalian pecahan.  Perkalian pecahan dapat diajarkan dengan menggunakan media kertas.  Perhatikan penjelasannya berikut!

Contoh :
Picture40
Langkah-langkah :
Langkah 1. Sediakan 4 buah kertas dengan ukuran yang sama.

Picture32 Picture32 Picture32 Picture32
Langkah 2. buatlah pecahan dengan nilai setengah pada masing-masing kertas dengan memberi warna salah satu bagiannya

Picture28
Langkah 3. Potonglah kertas yang berwarna dan tempelkan pada bagian yang putih.

Picture29
Langkah 4. Hitunglah jumlah bagian yang berwarna, diperoleh dua buah kotak berwarna merah. 
Jadi dapat disimpulkan bahwa :
Picture30

Contoh lain:
Picture31
Langkah-langkah :
Langkah 1. Sediakan sebuah kertas berbentuk persegi atau persegi panjang.
Picture32
Langkah 2. Buatlah pecahan dengan nilai sepertiga (dengan membagi kertas menjadi 3 bagian dan mengarsir satu bagian)
Picture33
Langkah 3. Buatlah pecahan dengan nilai setengah dari pecahan sepertiga (dengan membagi kertas menjadi 2 bagian dengan garis yang tegak lurus dengan potongan pertama kemudian diarsir)
Picture34
Langkah 4. Tentukan hasil perkalian pecahan tersebut yaitu bagian dari kertas yang diarsir 2 kali (warna biru).
Jadi dapat disimpulkan bahwa :
Picture35

Berdasarkan kegiatan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa perkalian pecahan dapat diselesaikan dengan mengalikan pembilang dengan pembilang dan penyebut dengan penyebut.  Lihat contoh di bawah ini :
Contoh 1 
Picture37
Contoh 2
Picture36

Gimana sobat tintus’edu, mudahkan materi kali ini… Semoga kali ini kalian semakin mengerti tentang konsep perkalian pecahan dan semakin cinta dengan matematika… he..he…

Sekian dulu ya pembahasan materi kali ini, semoga bermanfaat.  Salam matematika “Belajar Matematika untuk Bersyukur Kepada Sang Pencipta”

Wassalamualaikum.  

Fieldtrip Edisi 1 “Menikmati Pahitnya Kopi Robusta”

Assalamualaikum, wr. wb.

“Ih… Pahit rasanya, ” ucap salah seorang anak sambil meludahkan apa yang digigitnya.

Hallo teman-teman semuanya, kali ini aku akan menceritakan sedikit pengalamanku bersama sahabat-sahabat kecilku di sekolah.

Kamis, 18 Oktober 2018 sekolah kami akan mengadakan acara fieldtrip.  Fieldtrip merupakan kegiatan yang dilaksanakan setiap tahun di sekolah kami. Pada fieldtrip kali ini, aku bersama dengan sahabat-sahabat kecilku akan berkunjung ke Tlogo Resort, Delik, Semarang.  Di sana kami akan mengunjungi perkebunan kopi dan perkebunan karet.  Selain itu kami juga akan belajar bagaimana proses pembuatan kopi bubuk mulai dari memanen sampai menjadi kopi dalam kemasan.  Selanjutnya kita juga akan belajar bagaimana menyadap karet dan proses pembuatan karet. Lets Go…

Pagi ini adalah salah satu pagi yang dinanti oleh sahabat-sahabat kecilku.  Kami akan berangkat menuju Telaga Resort yang terletak di Semarang.  Pukul 06.30 anak-anak sudah berkumpul di halaman sekolah, mereka mulai berbaris di halaman untuk mengikuti kegiatan pembukaan dan do’a semoga perjalanannya lancar.  Selesai kegiatan pembukaan anak-anak berjalan menuju tempat parkir bis.  Empat buah bis sudah terpakir rapi  di tempat parkir, ada Tayo, Garni, Lani dan Rogi… he.. kaya film saja.  Satu persatu anak-anak memasuki bis, menempati tempat duduk dan merapikan tas mereka masing-masing. Setelah semuanya duduk dengan rapi tidak lupa kami berdo’a naik kendaraan terlebih dahulu dengan dipimpin oleh seorang siswa.  Perjalanan yang harus kami tempuh untuk menuju Tlogo Resort kurang lebih 2 jam.  Suara merdu teriakan anak-anak saling bertukar cerita membuat suasana di dalam bus seperti di dalam kelas.  Ada yang bercerita tentang keluarga, permainan bahkan tentang lagu atau film yang mereka sukai.   Namun diantara riuh suara anak-anak tetap ada siswa yang diam dan menikmati perjalanan. Untuk mengisi suasana dalam bis agar tidak jenuh akupun mengajak anak-anak melakukan permainan sederhana yaitu tebak-tebakan.20181018_065450

“Kalo bekerja dia tidur tapi kalo tidak bekerja dia berdiri, apa hayoo?” tanyaku kepada sahabat-sahabat kecilku.
“Tukang Pijat…, Mobil, Polisi,, ” jawab mereka.
“Salah, jawabannya adalah palang rel kereta api” Jawabku.
“Lho kog bisa?” Jawab mereka serentak
“Ya bisa lah… kan rel kereta api ketika menyetop kendaraan saat kereta lewat harus turun seperti orang tidur, tapi ketika tidak menyetop mobil dan motor selalu tegak atau berdiri”.  Jelasku.
“OOOOO….” sambil mengangguk-ngangguk seakan mereka sepakat.

Tak terasa sudah 2 jam kami berada di dalam bus.  Terlihat dari dalam bis sebuah plakat bertuliskan Tlogo Resort, Alhamdulillah berarti kami sudah sampai di tempat tujuan, cepet ya… ternyata satu tebakan sudah menghabiskan waktu 2 jam ha..ha…  Bis Tayo kami pun parkir di lapangan yang sudah disediakan oleh petugas.  Sebelum turun dari bus, semua siswa menyiapkan barang yang akan di bawa.  Satu persatu kami turun dari bus menuju ke Aula.  Di dalam aula tersebut seluruh tas dan barang yang dibawa oleh anak-anak diletakkan dan dirapikan.  Sambil menunggu para pemandu yang belum datang, kami menikmati snack dan jus jambu yang sudah disediakan di aula.

20181018_091321

Ketika kami selesai makan snack datanglah seorang laki-laki dengan badan agak gemuk membawa mic memberikan pengumuman.
“Sebentar lagi observasi akan dimulai! semuanya harap bersiap-siap”.
“Yes!!!”  Teriak beberapa anak.

Kegiatan observasi akan dibagi menjadi 2 yaitu observasi proses pembuatan kopi dan proses pembuatan karet. Kegiatan observasi yang kami lakukan akan dipandu oleh 4 orang pemandu.  Sehingga seluruh siswa dibagi menjadi 4 kelompok.  Aku berkesempatan untuk mendampingi kelompok 2 dengan dipandu Pak Agus.  Sebelum dimulai Pak Agus menjelaskan rute yang akan kami lewati.  Rute pertama yang akan kami lewati adalah kebun kopi. Observasi pun dimulai, sorak-sorai suara anak-anak menambah suasana semakin asyik dan menyenangkan.

20181018_093439

Beberapa menit kami berjalan, sampailah kami di kebun kopi.  Terlihat hamparan kebun kopi yang sangat luas dengan tanaman kopi yang tumbuh menjulang.  Ternyata pohon kopi yang kami observasi baru saja dipanen sebulan yang lalu sehingga buah kopinya tinggal beberapa saja yang ada pada tangkainya.  Namun kami tetap bisa melihat berapa butir buah kopi.  Pak Agus memberikan penjelasan berbagai pengetahuan tentang perkopian.

20181018_093858“Umumnya, terdapat 2 jenis kopi yang ada di Indonesia yaitu Kopi Robusta dan Arabica.  Perbedaan dari kedua kopi ini adalah tempat tumbuhnya.  Kopi Robusta bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian 400 – 700 mdpl, sedangkan kopi arabica umumnya tumbuh di daerah dengan ketinggian 700-1.700 mdpl.  Selain itu dari segi buah, kopi Arabica memiliki buah lebih besar dan cenderung berbentuk lonjong, sedangkan buah kopi Robusta berbentuk lebih bulat”. ucap Pak Agus menyampaikan penjelasan.
Terlihat siswa sangat kusuk memperhatikan penjelasan dari Pak Agus tersebut.
“Pak bagaimana mengetahui kalo kopi sudah siap di panen?” Tanya seorang siswa.
“Untuk mengetahui kopi siap di panen, kopi tersebut harus berwarna kemerahan artinya kopi tersebut sudah matang”. Jawab Pak Agus
“Berapa kali panennya dalam satu tahun?” Tanya siswa yang lain.
“Kopi itu, hanya bisa dipanen setahun sekali”.  Jawab Pak Agus.
Observasi di kebun kopi sudah selesai selanjutnya kami akan melakukan observasi ke proses pembuatan kopi bubuk atau sachet.

Rute selanjutnya yaitu menuju tempat penjemuran kopi.  Tempat penjemuran kopi tersebut tidak terlalu jauh dengan kebun kopi.  Setelah dipanen kopi dikupas kulitnya kemudian dijemur terlebih dahulu.  Penjemuran kopi tidak bisa ditentukan berapa lamanya, tergantung dari cuaca.  Ciri kopi yang siap untuk di olah, apabila sesudah dijemur akan keluar bunyi dari biji kopi saat di kocok.

20181018_094707

Selesai dari tempat penjemuran kopi kita menuju tempat memasak (pabrik) kopi atau biasa. Bangunan dari pabrik ini masih sangat kuno, informasi dari Pak Agus bahwa pabrik ini sudah ada sejak jaman Belanda.  Didalamnya juga terdapat mobil yang kuno.  Kopi yang sudah kering harus dikupas terlebih dahulu kulit arinya (dalamnya).  Setelah di kupas, kopi tersebut di masukkan ke dalam sebuah alat yang mempunyai suhu yang sangat tinggi.  Proses ini biasanya dinamakan dengan “sangrai”. Sangrai merupakan teknik menggoreng tanpa menggunakan minyak. Hasil dari proses sangrai ini, kopi berubah warnanya menjadi sangat hitam tetapi bentuknya masih sama seperti biji kopi. Rasa penasaran anak-anakpun mulai muncul.  Mereka ingin mengetahui bagaimana rasa dari kopi yang sudah disangrai….
“Ih… Pahit rasanya, ” ucap salah seorang anak sambil meludahkan apa yang digigitnya.
Akupun jadi penasaran ingin mencicipinya.  Hemmm… Pahiiiiiittttt.  Ternyata rasanya memang benar-benar pahit tetapi agak gurih.

Selanjutnya kopi yang selesai di sangrai dihaluskan menggunakan mesin penggiling. Kopi yang sudah digiling berubah menjadi bubuk kopi yang sudah siap untuk diseduh.  Namun proses pembuatan kopi di Pabrik Tlogo Resort ini bukan hanya kopi murni saja.  Di tempat ini juga terdapat pembuatan kopi sachet dengan berbagai macam rasa.  Ada kopi-gula, kopi-gula-susu, kopi-jahe dan lain sebagainya.  Proses pencampuran antara kopi dengan rasa yang diinginkan tersebut menggunakan sebuah alat.   Kita hanya tinggal memasukkan kopi dan serbuk rasa yang diinginkan.   Terakhir jika sudah sesuai takarannya kopi-kopi bubuk tersebut di masukkan ke dalam sebuah sachet yang sudah diberi merk dan dipress.

20181018_095850

Wah cukup puas observasi nya, ternyata rumit juga ya untuk bisa membuat kopi yang sudah di sachet… kami semakin banyak mengerti sekarang …

Selanjutnya kita akan observasi proses pembuatan karet.  Semoga ini tak kalah menarik dengan proses pembuatan kopi sachet… heemmm jadi semakin penasaran pasti sama menariknya….

 

 

 

 

Konsep Dasar Pengurangan Pecahan

Assalamualaikum.

Hallo sobat tintus’edu semuanya, gimana kegiatan kalian hari ini? semoga kegiatan kita hari ini bermanfaat ya…

Pada pos sebelumnya sudah kita bahas tentang penjumlahan pecahan, maka pada kesempatan kali ini aku akan membahas materi matematika tentang “Pengurangan Pacahan”.

Pembahasan tentang pengurangan pecahan ini juga akan aku bagi menjadi  bagian yaitu pengurangan pecahan dengan penyebut sama dan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda.  Yuk langsung saja kita simak pembahasannya!

A. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Sama.

Konsep yang digunakan dalam pengurangan pecahan dengan penyebut sama hampir sama dengan penjumlahan pecahan dengan penyebut sama, yaitu dengan membuat terlebih dahulu sketsa pecahannya menggunakan kertas atau semisalnya.  Konsep pengurangan pecahan bisa langsung mengurangkan pembilangnya jika penyebutnya sama.  Perhatikan penjelasan berikut :

Picture22

Picture19

Picture21

B. Pengurangan Pecahan dengan Penyebut Berbeda

Untuk mengerjakan pengurangan pecahan dengan penyebut berbeda bisa dilakukan dengan beberapa  cara, diantaranya yaitu:

1. Menggunakan kertas atau sketsa

Contoh :

Picture23

Picture24

Picture25

Nb. Jumlah lipatan ditentukan dari KPK penyebutnya.

2. Menyamakan Penyebutnya

Contoh :

Picture2

Cara menyamakan penyebut adalah dengan mencari KPK dari penyebutnya.  Penyebut dari pecahan tersebut adalah 2 dan 4 sehingga KPK dari 2 dan 4 adalah 4.  Pecahan setengah agar penyebutnya menjadi 4 maka harus dikalikan 2 (2×2), karena penyebutnya dikalikan 2 maka pembilang juga harus dikalikan 2 (1×2).  Sedangkan pecahan satu perempat agar penyebutnya menjadi 4 maka harus dikalikan 1 (4×1), karena penyebutnya dikali satu maka pembilang juga harus dikali 1 (1×1).  Untuk lebih jelasnya perhatikan di bawah ini!

Picture3

 

 

 

 

Cara menyamakan penyebut selanjutnya adalah dengan mengalikan masing-masing penyebut dengan penyebut lainnya.  Penyebut dari pecahan setengah adalah 2 sedangkan pecahan seperempat adalah 4.  Maka kalikan penyebut 2 dengan 4 (2×4) dan sebaliknya 4 dengan 2 (2×4).  Akan diperoleh penyebutnya 8.  karena penyebut dari pecahan setengah dikalikan 4 maka pembilang juga dikalikan 4 (4×1), sedangkan pembilang dari pecahan seperempat dikalikan 2 (2×1). Untuk lebih jelasnya perhatikan di bawah ini!

Picture5

Untuk cara ini terkadang harus menyederhanakan terlebih dahulu hasilnya.

3. Menggunakan Konsep Pecahan Senilai

Cara ini mungkin sangat jarang ditemukan.  Sebenarnya konsepnya hampir sama dengan menyamakan penyebut. 

Contoh :

Picture2

Langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mencari beberapa pecahan yang senilai dengan setengah  dan seperempat. 
  2.  Temukan pecahan senilai yang penyebutnya sama dan paling kecil.
  3. Jika sudah ketemu selesaikan pecahan tersebut.

Untuk lebih jelasnya perhatikan pembahasan berikut 

1. Mencari pecahan yang senilai 

Picture13

Picture14

2. Temukan pecahan senilai yang penyebutnya sama dan terkecil

Picture18

3. Selesaikan.

Picture7

Gimana? Mudah kan sobat tintus’edu… Sekian dulu materi untuk hari ini semoga bermanfaat… 

Salam matematika “Belajar Matematika untuk Bersyukur kepada Sang Pencipta”

Wassalamualaikum.

 

 

 

Konsep Dasar Penjumlahan Pecahan

Assalamualaikum.

Hallo Sobat tintus’edu yang hebat gimana kabarnya? sehat bukan?

Pada kesempatan kali ini aku akan membahas materi matematika tentang “Penjumlahan Pecahan”.  Materi penjumlahan pecahan pada pembahasan kali ini akan dibagi dua yaitu penjumlahan pecahan dengan penyebut yang sama dan penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda.  Langsung saja kita mulai pembahasannya ya…

A. Penjumlahan dengan Penyebut Sama

Sebelum mulai ke materi mari kita ingat sedikit tentang materi pecahan. Bisa dikatakan pecahan adalah bagian dari keseluruhan atau sesuatu.

Kita ambil contoh selembar kertas yang dibagi sama besar seperti pada gambar 1.

setengah

Maka setiap bagian adalah salah satu dari dua bagian yang sama. Kita wakili ini dengan simbol setengah 1 yang dibaca setengah atau satu per dua.  Berdasarkan gambar pecahan tersebut maka bisa dijabarkan dalam bentuk penjumlahan pecahan yaitu:

Picture2

Jika kertas dilipat menjadi 3 bagian yang sama maka simbolnya akan menjadi sepertiga 1 dibaca sepertiga atau satu per tiga.  Perhatikan gambar 2 di bawah ini!

sepertigaBerdasarkan gambar 2 maka bisa dijabarkan dalam bentuk penjumlahan pecahan yaitu:

Picture3

Dapat ditarik kesimpulan bahwa jika pecahan mempunyai penyebut yang sama maka kita tinggal menjumlahkan semua pembilangnya.

Contoh :

Picture4

Ilustrasi gambar :

Picture5

Gimana sobat tintus’edu, konsep penjumlahan dengan penyebut yang sama… bisa kan!

B. Penjumlahan Pecahan dengan Penyebut Berbeda 

Penjumlahan pecahan dengan penyebut berbeda tidak bisa dikerjakan langsung dengan menjumlahkan pembilangnya seperti penjumlahan pecahan pada penyebut yang sama. Maka ada beberapa cara untuk melakukan penjumlahan pecahan dengan penyebut yang berbeda, yaitu

1.  Dengan menggunakan kertas atau gambar.

Contoh :

Picture6 , penjumlaan pecahan tersebut bisa dikerjakan dengan menggunakan kertas sebagai berikut:

Picture7 Keterangan:

  1. Sediakan 2 buah kertas dengan warna yang berbeda.
  2. Potonglah kertas menjadi setengah dan kertas satunya menjadi satu per empat seperti pada gambar.
  3. Tempelkan potongan kertas setengah ke potongan kertas  satu per empat.
  4. Maka akan diperoleh pecahan hasil dari satu per empat ditambah setengah yaitu tiga per empat 

Picture9

2. Dengan Menyamakan Penyebut 

contoh 1 : 

Picture6

Cara menyamakan penyebut adalah dengan mencari KPK dari penyebutnya.  Penyebut dari pecahan tersebut adalah 2 dan 4 sehingga KPK dari 2 dan 4 adalah 4.  Pecahan setengah agar penyebutnya menjadi 4 maka harus dikalikan 2 (2×2), karena penyebutnya dikalikan 2 maka pembilang juga harus dikalikan 2 (1×2).  Sedangkan pecahan satu perempat agar penyebutnya menjadi 4 maka haris dikalikan 1 (4×1), karena penyebutnya dikali satu maka pembilang juga harus dikali 1 (1×1).  Untuk lebih jelasnya perhatikan di bawah ini!

Picture11

Picture9

Cara menyamakan penyebut selanjutnya adalah dengan mengalikan masing-masing penyebut dengan penyebut lainnya.  Penyebut dari pecahan setengah adalah 2 sedangkan pecahan seperempat adalah 4.  Maka kalikan penyebut 2 dengan 4 (2×4) dan sebaliknya 4 dengan 2 (4×2).  Akan diperoleh penyebutnya 8.  karena penyebut dari pecahan setengah dikalikan 4 maka pembilang juga dikalikan 4 (1×4), sedangkan pembilang dari pecahan seperempat dikalikan 2 (2×1). Untuk lebih jelasnya perhatikan di bawah ini!

Picture12

Untuk cara ini terkadang harus menyederhanakan terlebih dahulu hasilnya.

3. Menggunakan Konsep Pecahan Senilai

Cara ini mungkin sangat jarang ditemukan.  Sebenarnya konsepnya hampir sama dengan menyamakan penyebut. 

Contoh :

Picture6 

Langkah yang perlu dilakukan adalah:

  1. Mencari beberapa pecahan yang senilai dengan setengah  dan seperempat. 
  2.  Temukan pecahan senilai yang penyebutnya sama dan paling kecil.
  3. Jika sudah ketemu jumlahkan pecahan tersebut.

Untuk lebih jelasnya perhatikan pembahasan berikut 

1. Mencari pecahan yang senilai 

Picture13

Picture14

2. Temukan pecahan senilai yang penyebutnya sama dan terkecil

Picture18

3. Jumlahkan

Picture17

Picture16

Gimana? Mudah kan sobat tintus’edu… Sekian dulu materi untuk hari ini semoga bermanfaat… 

Salam matematika “Belajar Matematika untuk Bersyukur kepada Sang Pencipta”

Wassalamualaikum.

 

 

Interval…

Assalamualaikum,

Hallo sobat Tintus edu yang hebat, bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja ya… 

Pada kesempatan ini aku akan membahas materi matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yaitu “Interval”.  Yuk kita simak pembahasannya…

Sobat Tintus Edu tentu pernah mendengar apa itu interval.  Yap, biasanya kata interval digunakan dalam musik yang memiliki arti sebuah jarak antara nada satu ke nada yang lainnya. Sedangkan arti interval dalam matematika adalah jarak yang terletak antara dua nilai yang diketahui.  Yuk langsung saja kita bahas contoh soal dalam kehidupan sehari-hari tentang interval!

Soal 1 Pak Dahlan menanam 5 tanaman hias di pinggir tamannya secara berjajar dengan jarak masing-masing tanaman adalah 200 cm.  Berapa jarak antara tanaman yang pertama dengan tanaman yang kelima? anggaplah lebar batang tidak diperhitungkan.

Jawab: 

Jarak antar pohon 1 ke pohon ke 2 adalah 200 cm.

Jarak antar pohon 2 ke pohon ke 3 adalah 200 cm.

Jarak antar pohon 3 ke pohon ke 4 adalah 200 cm.

Jarak antar pohon 4 ke pohon ke 5 adalah 200 cm.

maka jarak antara pohon pertama dengan pohon kelima = 200 x 4 = 800 cm

Lebih jelasnya perhatikan gambar di bawah ini!

pohon

Jadi jarak antara pohon pertama dengan pohon kelima adalah 200 + 200 + 200 + 200 = 800 cm.  

Soal 2  Pak Anton ingin memasang 6 buah foto keluarga secara horisontal dan lurus.  Semua ukuran figura fotonya sama yaitu 30 x 40 (lebar x tinggi). Jika jarak antara figura satu dengan figura setelahnya 10 cm, maka berapa jarak figura tepi paling kiri dan tepi paling kanan?

Jawab :

Untuk menjawab soal tersebut kita harus menentukan terlebih dahulu interval jarak antara figura 1 (dihitung dari tepi kiri) dan  figura selanjutnya yaitu dengan menjumlahkan jarak antar figura dengan lebar figura.

Jarak antar figura 1 dengan figura 2 adalah 30+10 = 40 cm.

Jarak antar figura 2 dengan figura 3 adalah 30+10 = 40cm.

Jarak antar figura 3 dengan figura 4 adalah 30+10 = 40 cm.

Jarak antar figura 4 dengan figura 5 adalah 30+10 =40 cm.

Jarak antar figura 5 dengan figura 6 adalah 30+10 =40 cm.  

Jarak antara figura paling kanan dan paling kiri = 5 x 40 = 200 cm. 

karena yang ditanyakan jarak dari tepi kiri dengan tepi kanan maka kita perlu menambahkan lagi dengan lebar figura terakhir = 200 + 30 = 230 cm.

Jadi jarak figura tepi paling kiri dan tepi paling kanan adalah 230 cm.

Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini!

Figura

Penjelasan: Berdasarkan gambar dengan cara sederhana bisa ditulis sebagai berikut! 

(30+10)+(30+10)+(30+10)+(30+10)+(30+10)+30 = 40+40+40+40+40+30 = 230 cm

Gimana teman-teman tintus edu mudah… kan…. materi tentang interval ini… 

Sudah dulu ya…sampai jumpa pada postingan berikutnya… 

Salam matematika “Belajar Matematika untuk Bersyukur kepada Sang Pencipta”

Wassalamualaikum. 

Soal latihan!

  1. Pak Diki memasang tiang pancang sebanyak 8 tiang sepanjang pekarangan secara berjajar dengan jarak antar tiang 60 cm.  Berapa jarak tiang pertama dengan tiang kedelapan? (anggap lebar tiang tidak diperhitungkan)
  2. Bu Siti mempunyai halaman berbentuk persegi dengan ukuran 15m x 15m.  Jika keliling halaman akan ditanami tanaman hias dengan jarak masing-masing tanaman adalah 3 meter.  Berapa banyak tanaman yang diperlukan? (anggap lebar tanaman tidak diperhitungkan)
  3. Nindri baru saja membeli sebuah pigura foto.  Dalam figura tersebut dapat dipasang 9 foto dengan ukuran yang sama. Jika jarak antar foto dan jarak foto (di pinggir) dengan tepi figura adalah 5 cm, sedangkan ukuran figura adalah 50 x 62 cm, Berapa ukuran foto yang sesuai?